kalimat efektif

Nama kelompok 4:
1.Evonika br Sembiring
2.Ade Kenia Ginting
3.Meilysa Vilia Tarigan
4.Pivi Turbana br Ginting


                     KALIMAT EFEKTIF

PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF

  Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula. Kalau gagasan yang disampaikan sudah tepat, pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah , jelas, dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis/pembicaranya. Kadang-kadang, harapan itu tidak tercapai karena ada sebagian lawan bicara atau pembaca tidak memahami apa maksud yang diucapkan atau yang dituliskan.

UNSUR-UNSUR DAN POLA DASAR KALIMAT EFEKTIF

1. Subjek adalah unsur yang perlu dijelaskan  dengan cara menjawab pertanyaan siapa atau apa unsur yang dijelaskan itu.

2. Predikat adalah unsur yang menjelaskan keadaan atau perilaku subjek dengan cara menjawab pertanyaan mengapa atau bagaimana.

3. Objek adalah unsur kalimat yang harus ada dalam kalimat verbal (kalimat aktif) yang kalimatnya terdiri dari kata kerja transitif (membutuhkan kehadiran objek).

4. Pelengkap adalah unsur kalimat yang harus ada dalam kalimat verbal (kata kerja intransitif), tetapi menghendaki unsur yang melengkapinya.

5. Keterangan adalah unsur kalimat yang berfungsi untuk menjelaskan predikat yang kehadiranya bersifat manasuka. Dalam kalimat, posisi unsur-unsur tersebut dapat dipindah-pindahkan, bisa di awal, di tengah, atau di akhir kalimat.

SYARAT-SYARAT KALIMAT EFEKTIF

1. Secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis.

2. Sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.

CIRI-CIRI KALIMAT EFEKTIF

Kalimat dinyatakan efektif jika memiliki ciri-ciri :

1. Kesatuan gagasan

 Kalimat efektif hanya mengandung satu gagasan.

Contoh:
Melihat perkembangan penduduk Rw 02 Desa Cinta Rakyat yang semakin padat namun tidak didukung dengan kemampuan perekonomian yang cukup yang tanpa kita sadari bahwa peningkatan tersebut memerlukan sarana prasarana yang memadai.

Kalimat tersebut mempunyai tiga gagasan :
1. Perkembangan penduduk Rw 02 Desa Cinta Rakyat semakin padat.
2. Perkembangan itu tidak didukung perekonomian yang cukup.
3. Kita tidak menyadari bahwa perkembangan itu memerlukan sarana presarana yang memadai.

Saran perbaikan kalimat  tersebut :
Perkembangan penduduk Rw 02 Desa Cinta rakyat semakin padat, tetapi tidak didukung oleh perekonomian yang cukup dan sarana prasarana yang memadai.

2. Kesepadanan

Kesepadanan adalah keseimbangan gagasan dengan struktur kalimat. Kalimat yang mengandung kesepadanan perlu di perhatikan hal-hal berikut:

Kalimat yang memiliki subjek dan predikat yang jelas

Contoh :
Krisis ekonomi tidak diharapkan oleh bangsa manapun, tetapi kenyataannya kita harus dapat menerimanya dengan tabah. (krisis ekonomi memperjelas apa yang tidak diharapkan oleh bangsa manapun)

Kata depan tidak berada di depan subjek.
Contoh :
a. Bagi semua mahasiswa baru harus segera konfirmasi. (bagi di depan subjek)
b. Semua mahasiswa baru harus segera konfirmasi.

Konjungsi intrakalimat tidak dipakai di dalam kalimat tunggal
Contoh :
a. Saksi tidak hadir. Sehingga persidangan ditunda minggu depan. (sehingga di awal kalimat)
b. Saksi tidak hadir sehingga persidangan ditunda minggu depan. (Sehingga di tengah kalimat)

3. Keparalelan atau kesejajaran
Keparalelan adalah kesamaan bentuk atau makna yang digunakan di dalam kalimat.
Contoh :
a. Atika memetik setangkai bunga. (maknanya tidak paralel)
b. Atika memetik setangkai bunga (Paralel)

4. Kehematan
Kalimat efektif tidak menggunakan kata-kata yang tidak diperlukan. Cara untuk menghemat kata adalah dengan tidak mengulang subjek, tidak memakai bentuk superoridinat, dan tidak menggunakan kata bersinonim, dan tidak menjamakkan kata yang sudah menggunakan bentuk jamak.
Contoh :
a. Tetangga saya membeli mobil BMW (tidak hemat)
b. Tetangga saya membeli BMW. (hemat)

5.Kelogisan
Kalimat dikatakan efektif apabila diterima oleh akal sehat.
Contoh :
a. Taman ini dibangun setelah menggusur ratusan rumah penduduk (tidak logis)
b. Taman ini dibangun setelah ratusan rumah penduduk digusur (logis)

6. Kecermatan
Kalimat efektif ditulis secara cermat, tepat dalam diksi sehingga tidak menimbulkan tafsir ganda
Contoh :
a. Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menjadi putri Indonesia tahun ini. (tidak cermat)
b. Mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi yang terkenal itu menjadi putri Indonesia tahun ini. (cermat)

7. Kebervariasian
Kalimat yang digunakan sebaiknya bervariasi dengan memanfaatkan jenis-jenis kalimat yang ada dalam bahasa Indonesia. Variasi dalam panjang pendek kalimat dan penggantian unsur di awal kalimat juga menandakan keefektifan kalimat.
Contoh :
a. Anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang orangtua.
b. Dibutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orangtua kepada anak.
c. Perhatian dan kasih sayang orangtua dibutuhkan anak.

8. Ketegasan
Ketegasan dapat dinyatakan dengan memberi penonjolan pada ide pokok kalimat. Untuk menonjolkan ide pokok dapat dilakukan dengan cara berikut.
  1. Meletakkan kata yang ditonjolkan di depan kalimat
   Contoh :
   Tindak kriminal makin banyak karena angka kemiskinan makin meningkat (penekanan pada tindak kriminal)
  2. Mempertentangkan ide yang ditonjolkan
   Contoh : Evo gemuk, tetapi gesit
  3. Menggunakan partikel penekanan
   Contoh : Buanglah semua perasangka burukmu !
  4. Mengulang kata
   Contoh : Pivi ibu yang baik, ibu yang senantiasa mau berkorban demi anak-anaknya.

9. Ketepatan
Setiap kata yang digunakan dipilih secara tepat dan cermat sehingga dapat mewakili tujuan, maksud, atau pesan penulis.
Contoh :
 a. Posisi ketujuh korban saat ditemukan warga dan aparat kepolisian berada dalam satu ruangan. (tidak tepat)
 b. Posisi ketujuh korban saat ditemukan warga dan aparat kepolisian di dalam satu ruangan. (tepat)

10. Kebenaran struktur
Unsur-unsur yang digunakan dalam kalimat tidak memakai unsur-unsur asing atau daerah.
Contoh :
a. Kota dimana dia lahir kini hancur karena gempa. (salah)
b. Kota tempat dia lahir kini hancur karena gempa. (benar)

11. Keringkasan
Dalam menulis ditemukan pemakaian kata dan kelompok kata yang sebenarnya memiliki makna yang sama.
Contoh :
a. Kami mengadakan penelitian anak jalanan di Jakarta. (bentuk panjang)
 b.Kami meneliti anak jalanan di Jakarta. (bentuk ringkas)







Komentar